Sabtu, 22 Januari 2011

My Little Boy


Sore tadi gw ke Panti Asuhan bareng temen gw. Bukan hal yang baru gw ke sini. Sejak pertengahan 2009 gw rutin kesini. Biasanya sih balik gereja gw singgah. Paling nggak 2 jam gw nongkrong disono. Nggak ngapa-ngapain sih. Cuma main-main aja sama mereka. Dan di tahun 2011 ini gw akhirnya kesana lagi, setelah November dan Desember 2010 kemaren gw tidak kesana karena kesibukan luar biasa.



Jadi Panti Asuhan ini namanya Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah. Terletak di tengah kota Bandung. Panti asuhan ini bisa dibilang bagus. Bukan hanya dari segi bangunan, tapi pengelolaan. Ada banyak ibu en teteh pengasuhnya. Disamping itu, sangat terbuka untuk menerima kunjungan dari orang luar. Membuat gw senang disitu.



Panti asuhan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama untuk anak laki-laki yang sudah berusia diatas 2 tahun. Lantai 2 untuk anak perempuan usia yang sama. Lantai 3 untuk bayi dan batita. Nah, gw kalo ke sini selalu ke lantai 3. Jarang ke lantai satu, apalagi 2. Gak bagus juga sih ya cuma ke lantai 3, tapi ntar lah gw coba ke anak yang lebih besar.



Anak-anak disini punya banyak cerita kenapa bisa ada di panti ini. Ada yang dibuang ortunya, ada yang diantar langsung sama ortunya, dll. Yang pasti, gw rasa mereka tidak diinginkan. Kalo diinginkan, mereka tentunya sudah memiliki keluarga. Padahal mereka ini lucu-lucu semua. Gw aja, kalo gw jadi orang kaya, gw adopsi dah mereka semua. Sayangnya gw masih mahasiswa.



Bukan hanya itu saja. Anak-anak disini juga gak semuanya normal. Ada yang menderita gangguan saraf, ada yang autis, ada yang anggota tubuhnya (jarinya) tidak lengkap, ada yang keterbelakangan mental. Sungguh, trenyuh melihat keadaan mereka. Tapi mereka tetep tertawa dan hepi. Apalagi kalo digendong dan dipeluk. Benar, pelukan buat anak-anak adalah hal yang sangat efektif menunjukkan dan membagi cinta.



Saat pertama gw ke panti ini, gw hanya menggendong beberapa anak saja. Terutama anak-anak yang tidak berkilah. Males gendong anak-anak yang gw rasa aneh, waktu itu. Apalagi anak yang keterbelakangan mental. Selain dari segi fisik (maaf) agak 'berbeda', rasanya serem aja ke-hiperaktif-an nya mengganggu gw. Tapi ada momen dimana saat gw melihat anak itu, gw langsung merasa malu akan diri sendiri. Mengapa gw membeda-bedakan pribadi dari tampilan luar, sedangkan Tuhan saja menerima gw sebagaimana adanya gw. Saat menyadari kekeliruan gw, gw lantas memeluk anak itu, menggendongnya, dan menciumi kepalanya. Sejak saat itu, setiap gw keluar dari lantai 3 ini, semua anak-anak gw gendong dan gw ciumi kepala mereka satu per satu.



Tapi gw tidak bisa memungkiri bahwa ternyata ada anak yang gw menarik perhatian gw lebih dari yang lainnya. Dan hal itu membuat gw sadar, bahwa sangatlah wajar jika orangtua memiliki anak kesayangan. Karena gw merasakan demikian. Anak itu adalah EGI dan BINTANG. Dua anak ini memiliki karakter yang berbeda. Egi kalem, Bintang bandel luar biasa. Kesamaan mereka hanyalah, tidak rela kalau gw melepaskan gendongannya. Hahaha, sungguh hal yang menyenangkan bermain bersama mereka.



Dan kunjungan gw tadi cukup membuat gw agak sedih, karena ternyata Egi sudah diadopsi. Wah, gw baru tau lho rasanya kehilangan anak itu gimana. Padahal bukan anak gw gitu kan. Dan juga, gw belum punya anak, jadi gak tau gimana rasanya kehilangan. Tapi sedih. Sama saat gw putus cinta, tapi dengan sensasi berbeda. Susah gw jelasin seperti apa, harus kalian rasain sendiri. Gara-gara itu, gw agak hilang minat berlama-lama disitu. Tapi gak terlalu lama juga, karena tingkah batita lain menarik perhatian gw, dan sejenak melupakan Egi.



Meski sedih, kata temen-temen gw, gw harusnya seneng karena Egi sudah ada keluarga yang merawatnya. Egi ternyata diinginkan. Iya sih, harusnya memang begitu.



Semoga kamu tumbuh sehat dan seneng di keluarga barumu, Gi.....

Sabtu, 27 November 2010

Membalas Cinta

Malam minggu...


Planning gw malam ini berubah. Gara-gara salah liat jadwal. And here i am sitting before my laptop. Writing all things that i wish i could conceiving from my mind to this note.


Beberapa minggu belakangan ini gw merenungkan sesuatu yang berkaitan dengan relasi antar manusia. Semuanya beranjak dari pengalaman pribadi dan curhat nya orang-orang di sekeliling gw. Tapi ndak sempat dituangkan dalam tulisan. Skripsi dan tawaran menulis di Twitter sedang menyita perhatian gw saat ini. Namun ketika membaca note seseorang yang begitu mengena, alhasil gw putusin rehat sejenak dari tulisan ilmiah itu ke tulisan humanis seperti ini. Mungkin kali ini gaya bahasa gw tidak sesinting biasanya. Namanya juga hasil perenungan, kawan. Cukup serius agaknya kalau menyangkut hal beginian. Gaya penulisan seperti ini juga gw sukai, selama masih bisa mengejawantahkan apa yg ada di pikiran ke dalam tulisan :)




Pernahkah kalian bertanya dalam diri kalian, mengapa ada orang yang memperlakukan kalian dengan tidak baik atau katakanlah tidak seperti yang kalian harapkan, saat kalian merasa telah memperlakukan mereka dengan sangat baik? Gw yakin, kita semua pernah. Anggaplah itu bukan semata karena kegeeran kita saja sehingga bisa dengan yakinnya mengatakan bahwa kita memang sudah memperlakukan mereka dengan sangat baik. Tapi memang demikianlah adanya bahwa memang kita sudah melakukan itu. Apalagi, jika orang itu begitu dekat dengan kita, begitu kita kasihi/hormati/kagumi. Pendeknya, orang yang berarti bagi kita.




Kita lantas terluka, sakit hati, dan mulai membuat batasan-batasan baru dalam menjalin relasi dengan yang lainnya. Bahkan, bagi orang-orang 'lama' yang berada dalam lingkup relasi kita pun, kita membuat mereka masuk dan mengikuti batasan yang baru kita buat itu. Seolah-olah, ini merupakan langkah terbaik untuk menghindari rasa sakit seperti itu agar tidak datang kembali. Oh, begitu kuatnya rasa sakit itu hingga kita lupa bahwa justru dengan mengalami proses itu, kita akan cukup kuat untuk memberi cinta yang lebih besar lagi.




Kawan....



Pernahkah kalian berpikir bahwa, setiap kita punya kecenderungan untuk melindungi diri kita dari banyak hal yang mengancam keselamatan kita, juga terhadap perasaan kita? Dan itu bukan hanya terhadap hal-hal buruk yang datang. Tapi juga terhadap hal yang baik. Kok bisa? Bisa!Itulah yang mereka, atau kita lakukan saat ada orang yang bersikap baik ke kita.




Saat kita mendapatkan perlakuan baik dari orang yang mengasihi kita, kita menjadi takut. Takut untuk balik mengasihi mereka dengan cinta terbesar yang kita punyai. Kita takut, saat kita sudah benar-benar berlaku demikian, dan mengijinkan mereka masuk dan terlibat jauh dalam kehidupan kita, they mess it up. Kehidupan yang selama ini kita bangun dan kita rasa cukup sempurna, menjadi hancur karena keterlibatan mereka. Yang kita takutkan sedari awal pun terjadi. Lantas kita berkata kepada diri sendiri,"Coba dari awal gw ikutin feeling gw. Jadinya pasti ndak begini..."



Bukankah itu yang mereka lakukan? Orang-orang yang kita katakan kita perlakukan dengan baik tadi, bukankah begitu pula yang mereka pikirkan?




Saat kita memulai interaksi yang baru dengan orang yan datang ke dalam kehidupan kita, sesungguhnya kita sudah mengijinkan mereka untuk terlibat dalam hidup kita ini. Meski, bukan bagian mereka bercampur tangan di dalamnya. Terlibat disini maksudnya adalah menjadi bagian dalam lingkup sosial pribadi. Mungkin kita perlu dengan jujur mengakui bahwa obrolan yang sangat ringan pun dengan mereka sudah membentuk identitas yang menjadi bagian dari diri sendiri. Jika demikian, mengapa kita menyalahkan mereka? Bukankah kita masih manusia yang tetap akan melakukan kesalahan dan tetap tidak akan bisa memuaskan setiap orang?






Bersyukurlah jika mereka membalas kita dengan baik sebagaimana kita memperlakukan mereka sejak awal. Relasi ini akan membantumu untuk lebih belajar mencinta yang lebih lagi.


Bersyukur pula lah jika mereka tidak membalasnya dengan baik. Paling tidak, kau sudah memiliki cinta terbesar yang bahkan mungkin tidak kau sadari. Yang membuatmu cukup tabah dan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak semua orang dapat melakukan hal demikian...





Pada akhirnya ini tentang dirimu sendiri dan Tuhan. Sebaik apapun yang kau lakukan, akan tetap ada orang-orang yang memperlakukanmu dengan tidak baik. Bukan, bukan untuk mengacaukan hidupmu jika hal itu terjadi. Tapi untuk membuatmu mengerti, bahwa hal itu hanya kau dapatkan dalam Tuhan. Jika kau masih saja terus mengharapkan cinta terbesar dari sekelilingmu, dari orang yang kau kasihi, kau hormati, kau kagumi, maka kau tidak akan menyadari apa itu cinta dan bagaimana mencinta.




Jika demikian, mengapa kita membuang waktu dengan kuatir akan bagaimana perlakuan mereka terhadap kita? Mengapa kita tidak membalas dengan yang lebih baik? Bukankah jika kita di posisi sebaliknya, kita berharap mereka melakukan hal yang sama?








Sebuah perenungan yang berasal dari pengalaman pribadi.


Semoga berguna...




Bandung, 27 November 2010

-Reynald-

Sabtu, 20 November 2010

Tuhan selalu punya cara

Jadi hari ini aturannya ada kuliah. Cuma dokternya tadi pagi ngehubungin gw untuk ganti jadwal,karena ada pasien. So,teronggok lah gw dikos dengan dandanan yg rapi jali bak esmud sambil minum kopi,denger musik dan baca artikel. Beberapa hari ini gw dilanda stres akut memikirkan skripsi. memikirkan aja kayaknya. Wakakakakak

Tadi malam gw dikasi link satu lagu rohani sama temen gw. Berhubung gw belom tobat bener dan kedodolan gw masih terlalu banyak,gw berharap ini lagu bisa membantu gw untuk menjadi lebih baik (walau gw yakin,orang sableng kayak gw,butuh dosis 1000x lipat supaya masuk dalam pertobatan yg hakiki. Wakakak).

TUHAN SELALU PUNYA CARA

Itu judulnya...
Tapi,kalo lo browsing di 4shared.com, akan ada lagu dengan judul sama dan dinyanyiin sama Angel Idola Cilik dan Jason. Meski judulnya sama,tapi lagu dan liriknya berbeda. Nah, pilih yang dinyanyiin sama Anastassya. Itulah yang mau gw bahas sekarang...


Menurut gw,ini lagunya bagus banget. Dari melodi dan liriknya bener-bener gw suka. Sayang, suara penyanyinya belum berhasil membawa atmosfer yang nendang ke gw,apalagi membawa gw ke pertobatan yak? Hehehe. But,it doesn't matter..



Kau selalu punya cara untuk menjagaku senantiasa
Ada didalam rencanamu Tuhan
Kau selalu punya cara untuk merubah keburukan
Agar menjadi hal baik bagiku.

Reff:
Bila gunung di hadapanku tak jua berpindah
Kau berikan ku kekuatan untuk mendakinya
Ku lakukan yang terbaikku, Kau yang selebihnya
Tuhan selalu punya cara buat ku menang pada akhirnya.



Gw suka ni lagu...
Silahkan mendengar...
Gw mau siap2 retreat...
*Males ngulik makna lagunya...



Bless u all....

Senin, 08 November 2010

Arjuna Prime nangkring di Perpus...

Sudah lama sekali ndak nulis di blog sendiri...
Terlalu sibuk ngurusin yang ndak penting..
Sekarang,saat ngurusin hal yang penting, yaitu skripsi, gw malah beralih ngeblog..
Yah, istirahat sebentar setelah berjam-jam berkutat depan laptop nyari bahan...
Gw harap nge blog bisa sebentar..


Hari ini gw ke perpus lagi.
Sudah lama sekali ndak ke perpus.
Suatu hal yang dulu gw lakuin demi ngenet gratis dan mencari cewek-cewek buat dikecengin dan dihina dina dalam blog.
*Oh, i am sorry,ladies..


Musik yang diputerin masih sama, instrumentalia, yang ditambah lagi-lagu korea.
Beuh... Males banget...
Penjaga perpusnya udah beda lagi. Yah, namanya juga regenerasi. Tapi belum gw temukan yang oke. Eh, ada ding. Yang melayani gw pas di meja depan tadi..
Tuh cewe baik en ramah. Sayang,bukan tipe gue (kayak gue tipe die aje...)


Yang berbeda sekarang adalah bahwa bisa wi-fi gratis disini.
Alamat gw bakal tiap hari kesini, karena internet kosan diblokir.
*Ah, ayo dong,cui. Bayar tuh internet. Mumpung gw masih ada duit nih.. Hahaha
Arjuna Prime pasti seneng disini...


Eh, lupa gw kasi tau.
Arjuna Prime itu nama Laptop gw.
Hasil pooling di milis grup bebe majalah Readers Digest gue.
Buset. Niat bener ye gue share ide mau dikasi nama ape ni laptop?


ARJUNA : Yang ngasi nama adalah seorang dokter gigi
PRIME : Yang ngasi nama namanya Mbak Erna (Lupa gue doi gawe ape)
Keduanya adalah pembaca setia Readers Digest Indonesia (Gue sih kadang-kadang. Duit gue udah keabisan duluan di tangan penjual indomie sebelum beli tuh majalah :D )


Awalnya tuh laptop namanya RATCHET, nama robot medik di Transformers, film yang sangat cool menurut gue. Tapi setelah gw pikir-pikir, lebih baik nama RATCHET itu buat steteskop gue aja ntar. Biar nama en fungsi ada korelasinya. So, ni laptop harus diganti namanya,tapi tetep dengan nuansa Transformers.


Dan traaaa daaaa....
Jadilah ARJUNA PRIME. Robot baru yang akan bermain di Transformer 4 menjadi pendamping Optimus Prime Memberantas kejahatan! Sungguh suatu khayalan yang terlalu luar biasa terhadap robot yang merupakan robot paling keren dari Indonesia!


Awalnya mau nggasi nama Optimus Prime sih. Cuma ada temen gue,yang seorang dokter udah make nama itu buat bantal gulingnya. Jadi gak mungkin dong gw pake nama yang sama. Hahaha. Gila ya ngasi nama benda? Gak juga,kawan. Gw sih menyebutnya kreatif. Mending Arjuna Prime. Lha, ada seorang temen gue yang ngasi nama laptopnya BASKORO. Gw pikir, kalo dia ganti laptop, bakal dikasi nama SLAMET kali, hasil pertapaan di gunung Slamet. So, Indonesia banget. Hahahahaha


Alasan lain kenapa gw ganti nama ni laptop adalah, supaya ni laptop "lahir baru". Hehehe. Bukan maksudnya kayak kita lahir baru,kawan. Tapi supaya ni laptop bisa membantu gw ke jalan yang bener. Kok? Lha Iya. Soale dulu ni laptop sering gw pake buat sedikit ngintip situs-situs yang...... begitulah. HARAM! Hehehe. Actually gw malu sih bilang ini. Cuma gw mencoba jujur aja deh (Yakin sedikit ngintipnya? :p)


Udah jam 18.00
Kayaknya gw udah 15 menit maen blog..
Time to go home...
Lanjutin ngerjain skripsi di kos sambil ngeliatin ikan gue yang udah beranak, dan makan Astor...
Wakakakakakakakakakakka


*Gak semua hal yang kita pikir gak berguna tidak mendatangkan makna atau nilai,kawan. Contohnya tulisan gue ini. Meski tetep gak jelas, gw yakin lo bisa belajar sesuatu. Kayak gak mungkin banget ikan beranak (Selain Paus en Hiu). Maksud gw, ikan gue udah bertelur dan menetas jadi ikan yang kecil. Jadi, intinya apa? Mbuh...


Regards,
the lost boy

Kamis, 07 Oktober 2010

Mimpi 10 menit

Tadi pagi gue bangun jam 6 kurang..
Telat sekali ketimbang biasanya (*backsound : Alunan kesombongan tiada tara)
Berhubung telat, gw putuskan untuk males-malesan aja sekalian..
Gw tidur lagi bentar..
Dan bermimpilah gue...

Iya, gw paling mudah bermimpi..Mau tidur lama kek sebentar kek, gw bisa aja bermimpi..
Padahal tidur gw pagi tadi cuma 10 menit kayaknya...



Oh ya...
Sebelum gw lupa, gw ceritain kenapa mimpi ada yang bisa kita ingat,dan ada yang tidak..
Ini seperti yang gw pelajari dolo ya..
(Ah..Giliran beginian aja gue inget fisiologinya)



Jadi, kita tidur ini ada 2 tipe..

1. Tidur gelombang lambat

2. Tidur gelombang cepet..



Bedanya, kalo tidur gelombang lambat itu kita tidurnya NYENYAK/DALAM. Nah,kalo tidur tipe gelombang cepet itu GAK TENANG..

Tapi dua-duanya kita alami kok saban kita tidur.. Bedanya lagi, kalo tidur gelombang lambat,kita GAK BISA MERECALL INGATAN akan apa yang kita alami. Kalo cepet itu yang BISA..Pokoknya,tidur gelombang cepet itu OTAK kita dalam keadaan AKTIF. Makanya bisa inget mimpi ape..



Singkatnya begitu deh..
Soale,gw mau nyeritain isi mimpi gw,bukan proses fisiologisnya..
Fisiologisnya ntar gw bahas tersendiri setelah gw bongkar textbook Guyton kesayangan gue (Yakin??)



Tadi pagi itu gw mimpi, ketemu sama dokter-dokter idola gue..
Pada kumpul semua dalam satu kamp, dan gw berkesempatan "nyuri" apa yang bisa gw pelajari dari mereka..
Ada dokter ini,dokter itu,dokter sana,dokter sini..
Terutama seorang dokter yang gw kagumi dan hormati sejak dulu..
Gw ngobrol privat, dan beliau ngajarin gw banyak hal..
Karakter,kepribadian,dan sikap sebagaimana seorang DOKTER seharusnya..
Cool lah..
Dokternya sih,bukan gue...
Hahahaha



Tapi heran juga gue, ini kamp kan isinya semua dokter,kenapa cuma gue aje yg masih mahasiswa yak?
Gw tetep aje lempeng dan ngejer-ngejer mereka..
Ah, di mimpi pun gw masih gak tau malu...
Hahahahaha



Gileee...

Tuh mimpi berasa real banget..

That's all...



Singkat yak?
Wong tidur gw juga cuma 10 menit..
Kalo tidur gw 5 jam, nah..lo balik ke bahasan gw tadi tidur gelombang lambat..
Gw gak akan inget itu mimpi ape..
Tulisan ini pun topiknya akan sangat tidak jelas..
Pasti itu,kawan...
Wkwkwkwkwkwkwk





Someday, doc..
When my times has come , i'll get through you with my humble heart, shake your hand and say,
"You have no idea how you inspired me to follow my passion,doc...Thanks for it!"



Bandung,October 7th 2010
Reynald

Kamis, 23 September 2010

Backpacker ke Bali

Akhirnya kosan gw bisa internetan lagi...

Dan sekarang gw bisa nulis blog dengan nyantai, dan kapan saja. Yah, meski lewat BB juga bisa, tapi lebih asyik lewat kompie lah..

Kali ini gw mau cerita dikit tentang pengalaman Bacpacker gw. Ya, beneran sedikit aja. Kapan-kapan deh nulis banyak. Ada banyak urusan yang kudu gw selesein hari ini. Hahaha. Sok banget gw.

Pengalaman gw backpacker kalo diitung sih masih cetek dibanding senior-senior gw di milis. Mereka mainannya udah luar negeri segala, gw masih lokal. Tapi lokal juga asyik sih. Mana pengalaman gw backpacker bisa dibilang NGEGEMBEL lebih tepatnya. Secara gw gak punya modal kuat. Hahahaha. Gw memanfaatkan pergaulan gw yang luas (songong lagi) dan keberanian (baca : NEKAT!).

Coba gw tulis satu-satu kedodolan gw ya..

1. Waktu Backpacker pertama kali ke Bali (Oh iya dong. Bali juga harus disambangi. Hehehe), gw tuh kagak tau mau tidur dimana. Yang gw tau hanyalah, gw cuma punya tiket ke Bali ditambah peta Bali dan destinasi pilihan tempat yang akan gw sambangin (hasil tanya sama temen-temen backpacker di milis). Jadi kebayang dong, begitu nyampe Bandara Ngurah Rai Bali, gw cengo aja tuh di Bandara dengan tas ransel (Ya,backpacker masa' bawa koper?).

Dan gw baru tau, kagak ada angkot di Bali. Set dah. Gw anak angkot tapi berada di wilayah yang gak ada angkot. Ada sih Taxi. Tapi harganya dong. Kagak muat buat dompet gw. Alhasil, gw jalan kaki dari Bandara ke Pantai Kuta. Menurut gw sih gak jauh ya. Tapi saban gw bilang gitu, temen-temen pada kaget. Katanya jauh. Hahaha. Jauh sih emang, cuma mau begimana lagi?Gw kan mau hemat...Hemat membawa sengsara..

Setelah ngaso bentar mandangin bule-bule dengan gaya norak, gw memutuskan untuk ke Gereja. Iya dong, biar gw sableng,gak beres, dan biarpun ini liburan, hal yang itu wajib lah. Hari Minggu soale. Tapi sekali lagi, gw bingung ke gereja naek ape. Angkot gak ada, taxi mahal. Saat itu gw belum inget tentang penyewaan motor yang banyak di sana. Alhasil, gw jalan kaki mundur sambil bikin tanda minta tumpangan, kayak di film-film entu. Cara yang konservatif, tapi berhasil,kawan!

Ya, akhirnya ada motor yang berhenti dan memberi tumpangan buat gw. Cool kan? Hahahaa. Thanks God gw dianter sampe gereja. Sampe di gereja, ternyata gereja cabang gw udah gak ada kebaktian sore lagi. Jiah.... Jadinya gw duduk cengo lagi dong di komplek situ.

Gw jalan-jalan sekeliling, dan ternyata ada gereja lain yang mau kebaktian sore. Ya udah aja, gw gereja disono. Gw ijin mandi di gereja sama majelisnya. Hahaha. Kali pertama gw mandi di gereja. Dan akhirnya gw bisa gereja juga. Satu masalah yang kembali gw hadapin adalah, begitu kelar gereja, gw tetep gak tau mau kemana nginep. Tapi Tuhan itu baik sama gw,kawan. Gw diajak ke rumah seorang jemaat gereja situ. Jadilah gw ke rumahnya. Asyik... Ada tempat nginep gratis!Hahahaha

Eh....
Gak dinyana, malemnya bokap nelpon gw bilang kalo gw punya sepupu di Bali. Setelah ditelpon, sepupu gw jemput ke kosannya. Jadilah selama 6 hari gw numpang di kosan sepupu gw entu. Sedap bener dah...

Tapi sepupu gw ini kerja, jadi gak bisa nganterin gw jalan-jalan. Ya ndak apa-apa. Gw kan udah punya tujuan dan peta, ditambah peta bantuan sepupu gw itu. Jadinya kemana-mana sendirian aja gw. Pergi pagi pulang tengah malem. Ndak tau kemana-mana aja tuh gw. Kemana motor melaju, gw pergi aja. Semua tempat gw datengin, sampe ke daerah ujung Bali jg gw samperin. Antara NIAT en TOLOL beda tipis juga artinya buat gw tuh. Hahahaha

Ketiduran pas bawa motor dan hampir ditabrak truk, kacamata diambil monyet di Uluwatu, mau masuk jurang karena gak bisa ngeliat (kacamata gw rusak parah dibikin monyet sialan entu), maksa bule motoin gw (secara gw sendiri, jadi mau gak mau harus ada orang yang gw paksa buat motoin gw),gak pake sunblock yang dengan suksesnya membakar kulit gw. UDah item tambah item lagi. Menjurus ke hangus kayaknya.

Ini adalah sebagian kecil kedodolan yang gw inget pas backpacker pertama ke Bali. Kali kedua gw kesono, gw malah tidur di pantai Kuta sampe pagi, ngecengin cewek yang asyik foto-foto sambil tebar pesona sok-sok akrab gitu, dll. Gak inget lagi dah gw. Lebih banyak dodolnya dibanding benernya....

Tapi menyenangkan,kawan..

Hmmmmm...
Sepertinya itu aja deh. Bahsa gw juga udah gak runut dan enak dibaca.
Ntar gw lanjutin cerita backpacker pas gw ke Semarang...
Ini juga gak kalah dodolnya..

Have a nice day and God bless...



- Allah baik bukan karena apa yang dikerjakanNYA pada kita, tapi DIA baik karena memang demikianlah DIA... -

Senin, 20 September 2010

Pagi buta yang gak jelas

Sebenere ini tulisan gw tulis minggu subuh kemaren di Notes Facebook gw..
Susah masukin blog lewat BB..
Enjoy,guys...



Ah......

Jam dinding kamar gw udah menunjukkan jam setengah 2 pagi. Dan gw masih teronggok di kasur dengan Alkitab dan materi buat ngajar anak Sekolah Minggu besok,ditemani Energen yang sudah habis (Entah kenapa gw memandang perlu menuliskan ttg habisnya energen ini).
*backing sound : UX Band's songs yang diputer oleh tape jadul...

Ngomong-ngomong tentang lagu UX Band, album Unplugged ini lagunya bagus. Saat gw ngetik kalimat ini,tuh tape sedang muterin lagu KumenyembahMU. Kayaknya pas gw jadi WL entah kapan itu,gw pernah make lagu ini. Liriknya dalem. Bikin gw kalo mimpin pujian bisa merem melek nikmatin pujian,tanpa mengindahkan bahwa jemaatnya udah pada kejang gara-gara lagunya kagak kelar-kelar. Bisa jadi juga langsung cardiac arrest ngeliat centong nasi bisa nyanyi. Hahaha

*ini nih kebiasaan gw,sebelum masuk ke isi,pendahuluan bisa panjang kemana-mana. Semuanya aja dibahas. Sampe gw sendiri lupa mau ngomong ape...

Jadi gini....
Sudah beberapa jam gw baca tuh materi dan Alkitab,tapi masih gak menemukan alur gimana mesti ngajar. Gw gak tau mau ngasi pendahuluan apa,mau ajak brainstorming apa,mau ngajak main apa. Buku pedoman gw tinggal di ruang guru sekolah minggu. Jadinya ya gini,pagi-pagi buta cengo aja di kamar..

Persiapan ngajar anak-anak selalu saja bikin gw nervous. Dari pertama ngajar,sampe sekarang. Gile,sob. Pikir aja,Matius 18 : 6 bilang, kalo gw salah ngajar,gw ditenggelemin ke laut sama batu kilangan. Hiks!
*btw,gw tau itu ayat juga karena seharian baca kitab Matius. Bukan karena apal. Gw cuma apal Kejadian 1:1 sama Matius 19 : 6. Ayat penciptaan sama ayat buat kawin! Set dah.....

*itu kaset udah entah putaran ke berapa gw puter

Teringatlah Juni taon lalu ketika untuk pertama kali gw bergabung menjadi Laoshi di Gereja.

Sebulan lebih gw jadi asisten,sebelum dinyatakan lulus penataran guru sekolah minggu dan dipercaya buat megang kelas.

Sejak awal ngajar, tetep aja gw nervous en tegang. Padahal udah setaon lebih. Yah,emang sih gw rada-rada juga orangnya. Ngeliat nenek-nenek angkat barbel di tepi jurang juga bikin gw tegang (ya iyalah!),apalagi ngajar anak-anak ini. Matius tadi teman.. Kitab Matius tadi soale....

Tapi itulah Tuhan ya. Cara kerjaNya suka gak gw ngerti. Mau aja terus make gw. Dan yang herannya gue sampe sekarang adalah, kok gue bisa berdiri di depan kelas dari awal sampe akhir ngajar dan gak kehilangan ide gimana hadapin mereka. Sekali lagi, bukan karena gw tuh. Temen-temen gw aja pada kaget kok bisa gw jadi laoshi. Yah,meski semuanya kaget karena takut anak-anak itu jadi suram masa depannya karena punya laoshi yang gak beres kayak gw....

Jiah.. Sudah setengah 3 dan sudah lagu KumenyembahMU lagi. Bukannya bertapa mikirin ngajar malah ngeblog. Hahahaha

Wes,wes,wes....
Baiknya gw lanjutin pertapaan gw (meski gw yakin bakal di medley sama tidur! Hahaha)

Happy Sunday,guys..
God bless us everyone....